Hipertensi, Apa Boleh Emosi?

Hipertensi atau sering dikenal dengan penyakit darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang cukup sering ditemui di masyarakat. Hipertensi merupakan suatu kondisi meningkatnya tekanan darah yaitu >140/90 mmHg. Gejala yang dapat dirasakan pada pasien hipertensi antara lain sakit kepala, pusing atau terasa berat di tengkuk, penglihatan buram, mual, jantung berdebar atau detak jantung tidak teratur, nyeri dada, sulit bernapas dan merasa lelah.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi, seperti stroke, kerusakan mata, kerusakan pembuluh darah, serangan jantung bahkan gagal ginjal. Oleh karena itu, kepatuhan minum obat dan kontrol diri merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai target tekanan darah yaitu sistolik ≤130-140 mmHg dan diastolik 70-79 mmHg. Namun, target tersebut dapat disesuaikan dengan usia, kondisi dan penyakit penyerta pasien.

Lalu, apa hubungannya emosi dan hipertensi? Saat kita emosi atau marah, tubuh akan melepaskan hormon stres, yaitu adrenalin dan kortisol. Efeknya adalah terjadi peningkatkan detak jantung dan penyempitan pembuluh darah, sehingga tekanan darah juga akan meningkat. Faktor stres memang bukan satu-satunya faktor yang harus dikendalikan, tetapi stres merupakan hal yang sering disepelehkan dan menyebabkan tekanan darah tetap tidak terkontrol walaupun pasien sudah minum obat secara rutin.

Beberapa tips yang bisa Sobat terapkan untuk mengatasi stres, antara lain:

  • Relaksasi dengan menarik nafas dalam dan keluarkan secara perlahan
  • Melakukan hobby atau aktivitas yang disukai
  • Berolahraga
  • Tidur yang cukup
  • Mendengarkan musik
  • Meditasi
  • Berpikiran positif dan berdamai dengan diri sendiri
  • Berbagi dengan orang lain
  • Bersyukur
  • Refreshing

Selain itu, berhenti merokok, olahraga teratur, diet rendah garam dan lemak, serta membatasi konsumsi alkohol merupakan gaya hidup yang direkomendasikan untuk pasien hipertensi. Konsumsi garam yang disarankan adalah tidak lebih dari 5-6 gram/hari atau setara dengan 1 sendok teh garam dapur/hari. Makanan yang diawetkan, seperti makanan kaleng dan asinan juga merupakan sumber garam yang tinggi dan sebaiknya dihindari. Jadi, untuk mencapai target tekanan darah yang diharapkan, konsumsi obat secara rutin, terapkan gaya hidup sehat dan jangan emosi ya Sobat.

 

Sumber:

https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/changes-you-can-make-to-manage-high-blood-pressure/managing-stress-to-control-high-blood-pressure

Whelton PK, Carey RM. Guideline for the Prevention, Detection, Evaluation, and Management of High Blood Pressure in Adults. Am Coll Cardiol. 2018

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *