Mengenal Diabetes Mellitus

Pankreas merupakan salah satu organ yang penting dalam tubuh kita, berfungsi untuk menghasilkan insulin. Insulin diibaratkan sebagai kunci bagi glukosa (gula) yang berada di dalam darah untuk masuk ke dalam sel-sel tubuh. Glukosa merupakan sumber energi bagi setiap sel-sel di tubuh kita. Nah, apa jadinya ketika pankreas tidak berfungsi dengan semestinya? Tentunya, produksi insulin akan menurun, sehingga glukosa yang seharusnya menjadi sumber energi bagi sel tubuh akan menumpuk di darah. Kondisi seperti inilah yang dikenal dengan penyakit diabetes atau sering disebut dengan kencing manis.

Umumnya, ada 3 tipe diabetes, yaitu:

  • Diabetes Tipe 1, berhubungan dengan rusaknya sel-β pankreas akibat autoimun, sehingga pankreas tidak dapat memproduksi insulin.
  • Diabetes Tipe 2, berhubungan dengan penurunan sekresi insulin, biasanya disebakan oleh resistensi insulin.
  • Diabetes Gestasional, merupakan diabetes yang terjadi pada kehamilan.

Lalu, bagaimana cara menentukan seseorang terkena penyakit Diabetes? Bukan dari kata tetangga loh ya. Sering sekali ditemukan seseorang mengonsumsi obat diabetes karena dianjurkan oleh tetangganya dan ke dokter karena mengalami hipoglikemia (kadar glukosa darah rendah). Diabetes ditentukan oleh dokter berdasarkan pemeriksaan laboratorium, yaitu dengan memeriksa parameter glukosa darah dan HbA1c. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Glukosa darah sewaktu atau acak

Pemeriksaan dapat dilakukan kapan saja, jika glukosa darah ≥200 mg/dl, maka kemungkinan pasien menderita diabetes

  • Glukosa darah puasa

Glukosa darah normal jika diperoleh hasil <100 mg/dl, jika diantara 100-125 mg/dl dikatakan prediabetes, sedangkan jika ≥126 mg/dl maka seseorang dapat dikatakan diabetes. Puasa setidaknya selama 8 jam diperlukan sebelum melakukan pemeriksaan ini.

  • Glukosa darah 2 jam setelah tes toleransi glukosa

Tes toleransi glukosa dilakukan dengan meminum larutan glukosa yang sudah disiapkan di laboratorium, lalu akan dilakukan pengambilan darah 2 jam kemudian. Seseorang dikatakan diabetes jika hasil yang diperoleh ≥200 mg/dl.

  • HbA1c

Tes ini dapat menggambarkan glukosa darah yang terikat pada hemoglobin selama 2-3 bulan terakhir. Pemeriksaan ini tidak perlu puasa terlebih dahulu, jika HbA1c ≥6,5%, maka seseorang dapat dikatakan diabetes.

Nah, kalau glukosa darah Sobat berapa ya? Cek yuk…

 

Sumber:

American Diabetes Association. Standards of Medical Care in Diabetes. Diabetes Care. 2019;42.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *