Penyebab Paru-paru Basah

Pernahkah anda mendengar tentang penyakit paru-paru basah? Sebenarnya istilah paru-paru basah bukanlah istilah medis, melainkan istilah yang dipakai oleh orang awam untuk menggambarkan kondisi paru-paru yang terisi oleh cairan atau lendir. Istilah paru-paru basah dalam bahasa medis disebut dengan pneumonia.

Banyak masyarakat yang meyakini bahwa penyakit paru-paru basah disebabkan oleh gaya hidup seperti sering mandi di malam hari, sering mengendarai motor larut malam tanpa mengenakan jaket, atau kebiasaan merokok. Faktanya penyakit paru-paru basah paling sering terjadi akibat infeksi. Ya, pneumonia merupakan peradangan pada paru-paru baik salah satu maupun kedua paru yang umumnya disebabkan oleh infeksi. Peradangan ini akan menyebabkan paru-paru terisi cairan, dahak/lendir, atau bahkan nanah dan memunculkan gejala berupa batuk berdahak, demam, menggigil, sesak, dan nyeri pada dada ketika bernapas atau batuk.

Berdasarkan jenis kuman dan lokasi penularannya Pneumonia dibagi menjadi:

Community-acquired pneumonia (CAP)

CAP merupakan jenis pneumonia yang paling sering dijumpai dan organisme penyebab infeksi didapat dari komunitas (luar rumah sakit). Penyebabnya adalah:

  • Bakteri

Bakteri yang paling sering menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, Mycoplasma pneumonia, dan Haemophilus influenza.

  • Virus

Virus menjadi penyebab pneumonia yang paling umum pada anak usia <5 tahun. Contoh virus penyebab pneumonia adalah Coronavirus 2019 (COVID-19), virus influenza, dan Adenovirus

  • Jamur

Pneumonia akibat jamur sering dijumpai pada seseorang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh (contohnya HIV) atau pada pasien dengan penyakit kronis. Contoh jamur penyebab pneumonia adalah Aspergillosis dan Candida.

Hospital-acquired pneumonia (HAP) dan Ventilator Associated Pneumonia (VAP)

Pneumonia jenis ini didapatkan ketika seseorang sedang menjalani perawatan kesehatan di rumah sakit atau pada pasien yang menggunakan mesin ventilator sebagai alat bantu nafas. Infeksi HAP dan VAP termasuk infeksi serius karena bakteri penyebabnya bisa saja sudah memiliki kekebalan terhadap antibiotik. Beberapa jenis mikroorganisme penyebabnya adalah Pseudomonas Aeruginosa, Acinetobacter, Enterobacter, dan Staphylococcus aureus.

Pneumonia Aspirasi

Pneumonia juga dapat terjadi akibat tersedak makanan, minuman, muntah, atau air liur sehingga masuk ke paru-paru. Pneumonia aspirasi mungkin terjadi pada seseorang dengan gangguan menelan.

Pneumonia dapat terjadi pada siapa saja, namun faktor risiko terjadinya pneumonia antara lain:

  • Anak usia ≤2 tahun
  • Dewasa usia ³65 tahun
  • Orang yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit dalam waktu lama atau menggunakan ventilator
  • Memiliki riwayat penyakit paru kronis seperti asma dan penyakit paru obstruksi kronis (PPOK)
  • Merokok
  • Memiliki daya tahan tubuh lemah

Sumber: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *