Waspada Obat Palsu

Akhir-akhir ini berita mengenai obat palsu cukup meresahkan dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan. Globalisasi, kemajuan teknologi, perubahan gaya hidup yang serba online, serta minimnya pengetahuan masyarakat mengenai obat palsu merupakan kesempatan bagi oknum untuk mendapatkan keuntungan besar dengan memproduksi dan mengedarkan obat palsu. Berdasarkan Permenkes No. 1010 tahun 2008, definisi obat palsu adalah obat yang diproduksi oleh yang tidak berhak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau produksi obat dengan penandaan yang meniru identitas obat lain yang telah memiliki izin edar.

Obat palsu tentunya sangat merugikan masyarakat, tidak hanya tak berefek, tapi juga dapat menimbulkan efek yang merugikan, karena bisa jadi bahan yang digunakan adalah obat yang sudah rusak atau kadaluwarsa. Lalu, apa yang bisa Sobat lakukan untuk menghindari penggunaan obat palsu? Kenalilah ciri-ciri obat palsu, mungkin memang cukup sulit untuk membedakannya karena tampilan fisik yang hampir mirip dan pembuktian secara pasti membutuhkan pemeriksaan laboratorium.

Beberapa tips yang dapat Sobat terapkan untuk mencegah penggunaan obat palsu, yaitu:

  • Berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan, dan jangan lupa untuk selalu membeli obat di tempat penjualan resmi, seperti apotek, puskesmas, rumah sakit atau toko obat berizin.
  • Periksa kemasan obat, misalnya ukuran, warna, ketebalan tulisan, serta kerapian kemasan obat. Biasanya obat palsu memiliki kemasan yang tidak rapi, warna tulisan pada kemasan yang pudar dan cetakan logo pada badan kapsul atau tablet tidak jelas.
  • Periksa nomor izin edar, tanggal kadaluwarsa dan identitas produk yang lain. Sobat dapat melakukan pengecekan izin edar dengan mengakses website Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di http://cekbpom.pom.go.id/
  • Perhatikan apabila dirasakan obat tidak manjur atau muncul reaksi yang tidak biasanya
  • Buanglah obat dengan benar, untuk menghindari penyalahgunaan obat

Menjadi konsumen yang kritis dan aktif melaporkan kepada pemerintah atau tenaga kesehatan jika ditemukan obat yang tidak sesuai dengan ketentuan. Informasi mengenai obat palsu dapat dilaporkan ke BPOM melalui HALO BPOM: 1500533 atau email halobpom@pom.go.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *